Selasa, 19 Juni 2012

MITOS DIET


Tentu saja ada banyak macam cara yang dianggap orang dapat menurunkan berat badan tanpa harus menjalani pengaturan diet. Banyak yang beranggapan bahwa pengaturan makan adalah ide yang muluk-muluk, konvensional dan susah dijalani. Ahli kesehatan atau terapis yang berani menjanjikan penurunan berat badan tanpa pengaturan makanan justru yang makin banyak digandrungi saat ini.
Untuk jenis terapi ini, pertanyaan yang harus anda tanyakan balik sebelum membayar rekening anda adalah, apakah terapi itu dapat memberikan jaminan bergaransi bahwa berat badan anda akan tetap stabil dan tidak akan naik lagi bila terapi anda telah usai? apalagi bila anda menjalani hidup anda seperti biasa, apalagi bila itu dipenuhi junk food, banyak undangan pesta, dine-out dan pola makan tidak teratur?
Jaman sekarang adalah jaman serba instant, bila ada cara kilat dan singkat, mengapa harus susah-susah mengatur diet makanan. Benarkah demikian?
Berikut ini adalah beberapa contoh mitos salah, yang paling umum ditemui tentang penurunan berat badan:
1.       Give me one magic drug, and I’ll be fine
Berikan satu jenis obat ampuh saja maka saya akan jadi kurus dan cantik seperti ‘cinderella’. Benarkah demikian? Jika benar ada satu jenis obat magic yang membuat orang langsung kurus, berarti persentase penderita obesitas dan masalah kegemukan negara maju seperti USA, dan Australia adalah 0%. Karena pusat riset penelitian dan kebanyakan obat yang dijual di Indonesia adalah ide dan produk impor dari negara-negara maju tersebut. Kenyataannya, sampai saat ini USA dan Australia, adalah termasuk negara-negara yang masih berjuang melawan obesitas.
Cari saja publikasi kesehatan tentang obesitas di negara tersebut, maka anda akan lebih yakin bahwa obesitas adalah masalah pilihan life-style tiap orang. Atau mungkin kita patut bertanya, mengapa penyanyi terkenal seperti Madona yang dengan pendapatannya dapat membeli obat pelangsing semahal apa pun, memilih hidup sehat dengan diet dan berolah raga.
2.       Dengan dosis obat tinggi, keberhasilanku lebih tinggi
Andaikan  saja dosis obat yang diberikan lebih tinggi saja, saya akan lebih cepat langsing. Benarkah demikian? Tanyakan dahulu pada diri anda, apakah beneficial effect dari obat lebih tinggi dari side effect obat? Cari tahu, bagaimana cara kerja obat pada anda? Dosis obat yang tinggi tidak selalu menjamin anda akan lebih cepat kurus. Sebaliknya, tanyakan seberapa seriuskah anda mengatur diet anda dan merangkul gaya hidup sehat. Atau tanyakan pada anda, sudah siapkah anda hidup sehat tanpa bantuan obat berdosis tinggi?
3.       Skipping meals
Contohnya dengan tidak makan pagi, tidak makan siang atau tidak makan malam. Benarkah demikian? Tidak. Melompati salah satu jam makan anda, justru akan membuat anda kelaparan, bahkan tak jarang sakit maag anda kambuh. Melompati jam makan justru membuat metabolisme tubuh anda melambat, yang berarti memperlambat pembakaran kalori. Buktinya, tubuh anda pasti akan terasa lemas bukan? Kecuali karena alasan dan tujuan ibadah, janganlah melompati jam makan hanya untuk mengurangi berat badan.
4.       Merokok
Merokok membuat anda lebih kurus. Seberapa jauhkah anda siap menanggung resiko kesehatan dari kebiasaan rokok untuk sebuah badan yang cantik, bila cantik yang sehat adalah yang anda cari
5.       Diet kilat
Benarkah demikian? Diet dengan penurunan badan yang cepat dan memaksa justru memperlambat metabolisme badan anda dan akan mempercepat kenaikan berat badan anda.
(Baca komentar dr. Grace tentang penurunan berat badan cepat
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/06/24062003/15749)
6.       Minum pencahar yang banyak dong
Laxative abuse, atau minum pencahar terlalu banyak dan berkepanjangan tidak membantu anda mencapai berat badan ideal, tetapi justru dapat mengganggu fungsi usus besar dan dapat menyebabkan kerusakan usus besar
7.       Minum air es bikin gemuk
Air putih mengandung 0 kalori, jadi tidak akan menggemukkan badan, kecuali kalau itu bukan jenis es yang anda maksud tetapi es krim kesukaan anak-anak yang terbuat dari susu, telor, dan gula. Yang menarik, ahli kesehatan di Amerika malah berpendapat bahwa minum air dingin justru membantu pembakaran kalori dan metabolisme lemak. (http://health.howstuffworks.com/question447.htm)
Tetapi penelitian ini masih banyak mengandung kontrovesi, karena banyak orang salah mengartikan dengan minum air dalam jumlah berlebihan (sehingga berat badan tubuh naik karena kadar cairan dalam tubuh meningkat) tetapi tidak sebanding dengan sedikitnya kalori yang terbakar. Selain itu juga masih banyak kalkulasi tentang berapa cairan yg harus dikomsumsi untuk sejumlah kalori yang dibakar. Jadi sebaiknya jangan menggantungkan usaha penurunan berat badan pada air es. Tetap lah berusaha makan dan olah raga sehat.
8.       Olah raga tidak penting, cukup mengatur diet makan
 Olah raga membantu meningkatkan metabolisme dasar tubuh, dan juga membantu mempercepat pembakaran kalori. Orang yang tidak hanya mengatur pola makan sehat, tetapi juga membiasakan diri berolah raga, akan lebih cepat menurunkan dan mempertahankan berat badan, dibandingkan dengan orang dengan sedentary life style (banyak duduk dalam pekerjaan sehari-hari) yang hanya menerapkan diet untuk penurunan berat badan,
9.       Jangan Olah raga, nanti tambah gendut
Olah raga justru membantu pembakaran kalori, tetapi acapkali selesai olah raga orang mengkonsumsi makanan atau snack yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Sebagai contoh, Eva (bukan nama sebenarnya) dengan berat badan 45 kg yang jogging di kompleks sekitar rumah selama setengah jam. Kalori yang terbakar adalah sekitar 160 kalori, setelah itu karena dia lapar dia makan satu donat berisi selai blueberry (330 kalori). Berarti olahraga  Eva hari itu hanya membakar setengah dari donut yang ia makan. Jadi Olah raga, tidak menambah gendut,  tetapi snack dan makan yang mengandung terlalu banyak lemak dan kalori sesudah olah raga yang dapat membuat gemuk. Tetaplah berolahraga, dan makanlah makanan yang sehat dan rendah kalori sesudah berolah raga
10.    Jangan makan lebih dari jam 6 sore
Sebenarnya tidak ada penelitian yang menganjurkan jam 6 sore sebagai patokan akhir untuk tidak makan malam. Yang dianjurkan adalah tidak makan setidaknya sekitar 3 jam sebelum tidur, karena kalori yang didapat dari asupan makan terakhir, paling tidak masih dapat dimetabolisme, dan dibakar, karena anda masih menjalankan aktifitas harian anda. Sedangkan bila terlalu dekat dengan jam tidur, metabolisme anda mulai menurun, dan kelebihan kalori akan disimpan menjadi lemak. Jadi bukan waktu yang menunjukkan jam 6 sore yang menjadi patokan, karena tiap orang memiliki kebiasaan jam makan, dan jam tidur yang berbeda.

Bila anda berdiskusi dengan teman-teman maupun membaca majalah, anda masih akan menemukan lebih banyak mitos lagi yang membuat anda semakin bingung. Tetapi yang paling penting, pahamilah cara kerja tubuh anda, berpikirlah kritis, dan jangan mudah percaya. Karena, hanya andalah yang paling tahu tentang life style anda , dan anda yang akan menikmati benefit yang diperoleh dari hidup sehat.



EmoticonEmoticon