Tampilkan postingan dengan label Cyber News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Perbedaan Multiprogramming, Multiprocessing Multitasking, dan Time Sharing


Adanya sistem operasi di dalam sebuah gadget banyak bermanfaat
untuk memudahkan penggunaan gadget tsb karena Sistem Operasi
memiliki empat sifat keunggulan meliputi Multiprogramming,
Multiprocessing, Multitasking, dan Time Sharing.
Apakah makna dari keempat istilah tersebut?




MULTIPROGRAMMING
Multiprogramming memiliki pengertian yaitu Sistem Operasi dapat
melayani banyak program yang tidak ada hubungannya antar program
satu dengan yang lain, dan program-program tersebut dapat dijalankan
sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Pelaksanaan instruksi yang terjadi oleh Sistem Operasi adalah pada
mulanya program dimuat ke dalam memori terlebih dahulu, kemudian
program dijalankan hingga mengakses perangkat input dan output,
kemudian software akan berpindah ke pekerjaan yang lainnya begitu
pula jika ada program yang akan di jalankan lagi, dengan program
yang sebelumnya telah dijalankan masih terus berjalan.

MULTIPROCESSING
Isilah Multiprocessing mangacu kepada abilitas pemrosesan komputer
yang dilakukan secara serentak. Hal ini memungkinkan dengan adanya
penggunaan dua prosesor lebih dalam sebuah komputer lalu meng-
alokasikan perintah kepada prosesor-prosesor tersebut.
Multiprocessing juga kadang mengacu pada kemampuan eksekusi
terhadap beberapa proses perangkat lunak dalam sebuah sistem
secara serentak, jika dibandingkan dengan sebuah proses dalam
satu waktu, meski istilah multiprogramming lebih sesuai untuk
konsep ini. Multiprocessing sering diibaratkan dalam perangkat
keras atau hardware (dengan menggunakan beberapa CPU
sekaligus), sementara multiprogramming sering digunakan dalam
perangkat lunak(software). Suatu sistem mungkin dapat memiliki dua
kemampuan tersebut, salah satu diantaranya, atau tidak sama sekali.
Multiprocessing dapat dibagi ke dalam beberapa kelas, yaitu:
1. Berdasarkan simetrinya
– Assymmetric Multiprocessing (ASMP)
– Symmetric Multiprocessing (SMP)
– Non-uniform Memory Access (NUMA) Multiprocessing
– Clustering
2. Berdasarkan jumlah instruksi dan datanya
– Single Instruction on Single Data Stream
– Single Instruction on Multiple Data Stream
– Multiple Instruction on Single Data Stream
– Multiple Instruction on Multiple Data Stream
3. Berdasarkan kedekatan antar prosesor
– Loosely coupled
– Thightly coupled

MULTITASKING
Istilah Multitasking memiliki definisi banyak pekerjaan atau proses
diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam
komputer berprosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat
bekerja dalam satu waktu sehingga CPU tersebut secara aktif
mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking
mengatasi masalah ini dengan menjadwalkan pekerjaan mana
yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan lain
yang menunggu untuk diolah dapat dikerjakan.
Sistem operasi komputer dapat mengadopsi berbagai macam
penjadwalan, yaitu:
1. Dalam sistem Multi-program, pekerjaan yang sedang diolah
terus berjalan hingga membutuhkan suatu operasi yang memerlukan
interaksi dari luar. Multi-program dipakai untuk memaksimalkan
penggunaan CPU.
2. Dalam sistem Time-sharing, pekerjaan yang sedang diolah
diharuskan melepaskan kerja CPU. Sistem time-sharing didesain
untuk memperbolehkan beberapa program seolah diproses
secara bersamaan.
3. Dalam sistem Real-time, beberapa program yang sedang
menunggu dijamin untuk mendapatkan pengolahan dari CPU
ketika interaksi luar terjadi.

TIME SHARING
Time Sharing merupakan variasi dari Multiprogramming, dimana
setiap pemakai memiliki satu terminal online dengan pemroses
hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian
dengan cepat. Pemakai akan merasa dilayani terus menerus,
padahal sebenarnya digilir waktu yang cukup singkat.
Read More

SIC (SIMPLIFIED INSTRUCTIONAL COMPUTER)


 SIC (SIMPLIFIED INSTRUCTIONAL COMPUTER)
Komputer yang didasarkan pada SIC ini merupakan komputer yang termasuk dalam perancangan arsitektur yang sangat sederhana dan komputer ini dipersembahkan oleh BECK (2016).

Struktur Mesin SIC terdiri dari :
1.  CPU
2.  Unit memori
3.  Minimal satu unit prinati I/O


Untuk CPU yang digunakan terdiri dari 13 register khusus, seperti yang ada pada table di bawah ini.


Format instruksi pada mesin SIC :







Keterangan :

OP = OPCODE 8 bit yang menerangkan operasi-mikro yang akan dijalankan
IX = flag indeks yang menunujukkan mode pengalamatan yang harus digunakan
AD = alamat untuk memori operand 15 bit
•  Pengalamatan langsung (direct addressing) yaitu operand disimpan di dalam M[AD]
•  Pengalamatan berindeks (index addressing) yaitu operand disimpan di dalam M[AD = (X)] dengan bit IX bernilai 1

Penggunaan register-register pada SIC


1.  Register A = register yang digunakan untuk proses perhitungan
2.  Register X = register yang digunakan untuk mode pengalamatan berindex
3.  Register PC = register  yang menyimpan alamat instruksi berikutnya
4.  Register L = register yang menyimpan alamat asal sebelum melakukan subroutines
5.  Register IR = register  yang menyimpan instruksi yang sedang dikerjakan
6.  Register MBR = register yang digunakan untuk proses masukan atau keluaran data dari memori
7.  Register MAR = register yang menyimpan alamat memori untuk proses pembacaan atau penulisan
8.  SW = register yang berisi informasi status relatif  terhadap instruksi sebelumnya
9.  C = register yang membangkitkan signal waktu t0, t1, t2, t3
10.  INT = register yang menentukan apakah signal interrupt telah diterima
11.  F = register yang digunakan dalam proses”siklus fetch’
12.  E = register khusus yang digunakan dalam proses “siklus eksekusi’
13.  S = register yang akan mengaktifkan register C

Kumpulan Instruksi SIC

Ada 21 instruksi SIC yang digunakan, dimana pada instruksi ini m menunjukkan address memori dari operand dan (m) menunjukkan nilai yang disimpan pada address memori tersebut. Opcode instruksinya ditulis dalam notasi heksadesimal.
•  JSUB dan RSUB merupakan dua instruksi yang berhubungan dengan subrutin. JSUB menyimpan PC saat ini ke L dan kemudian melompat ke subrutin dengan menyimpan operand ke PC. RSUB kembali dari subrutin dengan melompat ke lokasi yang dinyatakan oleh L.
•  Instruksi TD digunakan untuk menguji piranti I/O sebelum berusaha untuk membaca dari atau menulis ke piranti tersebut.Hasil pengujian tersebut disimpan di dalam kode kondisi (condition code), field CC, pada SW. Panjang field ini 2 bit dan digunakan untuk mewakili salah satu dari tiga nilai <, =, >
Jika instruksi TD dijalankan, nilai field CC aka di-set menurut kode berikut :

< menunjukkan bahwa piranti telah siap
= menunjukan bahwa piranti sedang sibuk dan tidak dapat digunakan pada saat itu
> menunjukkan bahwa piranti tidak beroperasi
•  Instruksi COMP digunakan juga untuk men-set field CC. Nilai yang disimpan field CC setelah sebuah instruksi COMP setelah sebuah instruksi COMP menggambarkan hubungan antara A dan operand instruksi
•  Instruksi IRT digunakan oleh interrupt handler agar menyebabkan lompatan kembali ke tempat dimana CPU berada sebelum intrupsi terjadi.
Jika interupsi terjadi, CPU akan menyimpan PC saat  ini ke dalam memori pada address 0. Untuk kembali dari sebuah interupsi , isi dari alamat memori ini harus di-load kembali ke dalam PC.
•  Instruksi-instruksi lainnya adalah operasi aritmatika dan logika, transfer dari pengendalian(jump), loading register, storing register atau membaca dan menulis ke piranti I/O.

Read More

Rabu, 14 September 2016

Perbedaan COMPILER Dengan INTERPRETER



Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.
Sedangkan Compiler sendiri adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.



Untuk lebih jelas mengenai perbedaan antara Interpreter dengan Compiler, ada baiknya saya jelaskan lebih terperinci mengenai dua hal ini.
Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :
1. Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.
2. Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
3. JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.
4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.
Read More

PERBEDAAN COMPILER DAN INTERPRETER

Para programmer pasti sering mendengar istilah compiler dan interpreter. Dan sebagian besar mungkin sudah tahu perbedaan diantara keduanya.
program yang telah dibuat agar bisa dijalankan oleh komputer harus diterjemahkan dulu ke bahasa mesin. Kode program yang kita buat merupakan kode bahasa tingkat tinggi yang tidak bisa dibaca dan dimengerti oleh mesin. Mesin hanya bisa mengerti kode bahasa mesin seperti “10110000 01100001” karena itu harus di terjemahkan terlebih dahulu. Program sistem yang bertugas sebagai penterjemah disebut compiler dan interpreter. Apa itu interpreter dan compiler?
  1. Interpreter adalah program sistem yang berfungsi sebagai penterjemah kode program yang dibuat oleh programmer ke dalam bahasa mesin. Interpreter mengeksesusi perintah baris demi baris dengan mengikuti logika yang ada.
Compiler adalah program sistem yang juga berfungsi sebagai penterjemah kode program ke dalam bahasa mesin agar bisa dijalankan oleh mesin. Perbedaannya dengan interpreter adalah compiler mengeksekusi seluruh instruksi dalam program sekaligus.

  1. Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi. 
Compiler sendiri adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.
Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :
1. Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.
2. Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
3. JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.
4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan
Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :



  • Interpreter menterjemahkan baris per baris. Sedangkan compiler, menterjemahkan seluruh instruksi sekaligus. Selanjutnya hasil terjemahan (setelah melalui tahapan lain) bisa dijalankan secara langsung, tanpa tergantung lagi oleh program sumber atau compilernya.
  • Pada interpreter, penyusunan program relatif lebih cepat dan bisa langsung diuji sekalipun masih ada beberapa kesalahan secara kaidah dalam program. Sedangkan pada compiler, proses pembuatan dan pengujian membutuhkan waktu relatif lebih lama, sebab ada waktu untuk mengkompilasi (menerjemahkan) dan ada pula waktu untuk melakukan proses linking. Program akan berhasil dikompilasi hanya jika program tak mengandung kesalahan secara kaidah sama sekali.
  • Pada interpreter, kecepatannya menjadi lambat sebab sebelum suatu instruksi dijalankan selalu harus diterjemahkan terlebih dahulu. Selain itu, saat program dieksekusi, interpreter juga harus selalu berada dalam memori. Jadi memori selalu digunakan baik untuk program maupun interpreter. Sedangkan pada compiler, proses eksekusi dapat berjalan dengan cepat, sebab tak ada lagi proses penerjemahan.
  • Pada interpreter, kode program tidak dapat dirahasiakan. Sedangkan pada compiler, kode program bisa dirahasiakan, sebab yang dieksekusi adalah program yang dalam bentuk kode mesin.
Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan compiler adalah Visual Basic, Fortran, Cobol, Pascal, C, dlsb. Sedangkan yang menggunakan interpreter yaitu PHP, ASP, Perl, Python.
Read More

Rabu, 07 September 2016

Download Font Collection (3000+ Fonts)


Apakah anda adalah seorang designer dan sedang mencari font atau model huruf yang menarik untuk anda gunakan di desain yang anda buat? Jika iya maka sekarang anda sedang berada di tempat yang tepat. Kenapa? Karena pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan Font Collection yang berisi ribuan font keren dan pastinya dapat anda download dengan gratis. Kini anda tidak perlu lagi mencari font dan mendownload satu persatu font tersebut, karena cukup dengan download Font keren ini, maka anda akan langsung mendapatkan ribuan model font yang sangat menarik dan unik untuk anda gunakan pada desain anda.


Karena jumlah model font yang sangat banyak ini, maka saya tidak bisa memberikan list dari masing – masing font tersebut, tetapi kami telah membuat beberapa screenshoot tampilan dari Font Collection yang dapat anda download dengan gratis disini. Tidak perlu menunggu lama lagi, segera download Font Collection ini sekarang juga dan buatlah desain anda menjadi lebih menarik lagi.
Link Download
10+ Fonts Logo | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
100 Fonts Design Graphics | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
13 Fonts Menawan Bergaya Kursif | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
1738 Decor Fonts | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
18 Fonts Unik | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
187 Fonts Unik 3 | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
2000+ Fonts Latin | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
27 Fonts Cantik | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
28 Fonts Doodle Art | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
300 Complete Graffiti Fonts | MEDIAFIRE |TUSFILES | MIRRORCREATOR
40+ Fonts Tipografi Kaligrafi | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
42 Fonts Film | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
69 Fonts Unik 2 | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
86 Fonts Tipografi | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
87 New Fonts | MEDIAFIRE | TUSFILES | MIRRORCREATOR
Read More

Selasa, 06 September 2016

Aplikasi CRUD di WordPress

Untuk manajemen data seperti nama barang, jumlah barang, diperlukan aplikasi yang dapat menyimpan, edit, dan menghapus data tersebut. Dengan menggunakan WordPress, kita dapat memanfaaatkan plugin yang bernama Tabulate. Plugin tersebut dapat anda download disini
https://id.wordpress.org/plugins/tabulate/

Setelah diinstall kita dapat langsung menggunakan Tabulate yang ditampilkan pada dashboard WordPress.
Screenshot-3
Untuk membuat kolom baru pilih tab Create.
Screenshot
Untuk mengisi data kolom pilih tab Edit.
Screenshot-1
Untuk pencarian data yang telah diinput pilih tab Search.
Screenshot-2
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat
SUMBER SANGAT TERPERCAYA : http://www.candraweb.com/2016/09/06/aplikasi-crud-di-wordpress/
Read More

Fungsi dan Nama Tools pada Toolbox Adobe Photoshop




 sebelum anda semua terjun langsung mengedit foto dengan software photosop ada baiknya anda semua memahami Nama dan Fungsi Tools pada Toolbox Adobe Photoshop terlebih dahulu. Silahkan di baca dan dipahami.

 

1. Move tool : shortcut pada keyboard (V) dan berfungsi untuk memindahkan object.

1. Rectangular Marquee Tool : shortcut pada keyboard (M) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek berbentuk segiempat.
2. Elliptical Marquee Tool : shortcut pada keyboard (M) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek berbentuk lingkaran atau elips.
3. Single Row Marquee Tool untuk membuat seleksi objek berbentuk bidang garis mendaatar.
4. Single Column Marquee Tool untuk mebuat seleksi objek berbentuk bidang garis tegak atau vertikal.


1. Lasso Tool :  shortcut pada keyboard (L) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek dengan bentuk yang di inginkan
2. Polygonal Lasso Tool :  shortcut pada keyboard (L) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek dengan garis-garis terhubung secara zig-zag
3. Magnetic Lasso Tool :  shortcut pada keyboard (L) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek dengan garis yang otomatis akan menempel pada object terseleksi.

1. Quick Selection Tool :  shortcut pada keyboard (W) dan berfungsi untuk membuat seleksi secara cepat berdasarkan warna dan pixel tertentu
2. Magic Wand Tool :  shortcut pada keyboard (W) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek berdasarkan warna tertentu.

1. Crop Tool :  shortcut pada keyboard (C) dan berfungsi untuk memotong objek dengan bentuk segiempat
2. Perspective Crop Tool :  shortcut pada keyboard (C) dan berfungsi untuk memotong objek dan memperbaiki distorsi umum dan masalah perspektif dalam objek yang akan kita potong .
3. Slice Tool : shortcut pada keyboard (C) dan berfungsi untuk memotong sesuai dengan bentuk garis lurus.
4. Slice Select Tool : shortcut pada keyboard (C) dan berfungsi untuk memilih potongan image dari slice tool.

1. Eyedropper Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk mengambil sempel warna pada gambar untuk dijadikan warna background ataupun foreground.
2. Color Sampler Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk mengambil empat sampel warna yang berbeda dari gambar
3. 3D Material Eyedropper Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk mengambil sempel warna dalam pembentukan gambar 3 Dimensi
4. Ruler Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk menghitung dana menentukan jarak antara dua titik yang telah dipilih selanjutnya akan ditampilkan pada panel info.
5. Note Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk membuat catatan pada gambar
6. Count Tool : shortcut pada keyboard (I) dan berfungsi untuk menghitung jumlah objek pada suatu gambar.

1. Spot Healing Brush Tool :  shortcut pada keyboard (J) dan berfungsi untuk menghilangkan dan mengubah bagian tertentu pada gambar secara cepat
2. Healing Brush Tool : shortcut pada keyboard (J) dan berfungsi untuk menghilangkan dan mengubah bagian tertentu gambar berdasarkan area sampel yang telah dipilih.
3. Patch Tool : shortcut pada keyboard (J) dan berfungsi untuk mengubah bagian tertentu gambar berdasarkan sampel yang dipilih
4. Content-Aware Move Tool : shortcut pada keyboard (J) dan berfungsi untuk memilih piksel dan memindahkan atau memperpanjangnya ke daerah lain gambar tanpa menggunakan layer dan masks.
5. Red Eye Tool : shortcut pada keyboard (J) dan berfungsi untuk menghilangkan warna merah mata pada suatu gambar.

1. Brush Tool : shortcut pada keyboard (B) dan berfungsi untuk mewarnai objek dengan efek sapuan kuas
2. Pencil Tool : shortcut pada keyboard (B) dan berfungsi untuk mewarnai objek dengan efek goresan pensil
3. Color Replacement Tool : shortcut pada keyboard (B) dan berfungsi untuk mewarnai objek dengan mengambilbagian warna tertentu dari image.
4. Mixer Brush Tool : shortcut pada keyboard (B) dan berfungsi untuk mencampur warna  dalam sikat stroke tunggal.

1. History Brush Tool : shortcut pada keyboard (Y) dan berfungsi untuk menampilkan semua rekaman perintah brush tool
2. Art History Brush Tool : shortcut pada keyboard (Y) dan berfungsi untuk menghilangkan goresan dari brush tool dengan cepat.
1. Clone Stamp Tool : shortcut pada keyboard (S) dan berfungsi untuk membuat salinan gambar sesuai dengan pola gambar yang telah dipilih
2. Pattern Stamp Tool : shortcut pada keyboard (S) dan berfungsi untuk membuat goresan pattern atau pola pada gambar

1. Eraser Tool : shortcut pada keyboard (E) dan berfungsi untuk menghapus objek yang tidak dibutuhkan
2. Background Eraser Tool : shortcut pada keyboard (E) dan berfungsi untuk menghapus area dari objek hingga tembus kedalam backgroun layer
3. Magic Eraser Tool : shortcut pada keyboard (E) dan berfungsi untuk mengahapus area dari gambar yang memiliki kesamaan warna.

1. Gradient Tool : shortcut pada keyboard (G) dan berfungsi untuk membuat warna gradasi
2. Paint Bucket Tool : shortcut pada keyboard (G) dan berfungsi untuk membuat warna sesuai dengan warna foreground
3. 3D Material Drop Tool : shortcut pada keyboard (G) dan berfungsi untuk membantu menargetkan warna bahan yang tepat dalam pembuatan gambar 3D.

1. Blur Tool : berfungsi untuk mengaburkan objek gambar
2. Sharpen Tool : berfungsi untuk menajamkan objek gambar
3. Smudge Tool : berfungsi untuk memberi efek goresan cat basah pada gambar

1. Dodge Tool : shortcut pada keyboard (O) dan berfungsi untuk mengkoreksi warna image agar lebih terang
2. Burn Tool : shortcut pada keyboard (O) dan berfungsi untuk mengkoreksi warna image agar lebih gelap
3. Sponge Tool : shortcut pada keyboard (O) dan berfungsi untuk mengubah nilai kontras pada image.

1. Pen Tool : shortcut pada keyboard (P) dan berfungsi untuk membuat garis path atau kurva pada image
2. Freeform Pen Tool : shortcut pada keyboard (P) dan berfungsi untuk membuat garis path dengan bentuk yang lebih bagus
3. Add Anchor Point Tool : berfungsi untuk membuat atau menambah titik anchor yang berguna untuk mengedit garis path
4. Delete Anchor Point Tool : berfungsi untuk mengurangi titik-titik anchor pada garis path
5. Convert Point Tool : berfungsi untuk mengubah tampilan garis path dengan cara menggeser titik-titik anchor

1. Horizontal Type Tool : shortcut pada keyboard (T) dan berfungsi untuk membuat teks secara datar
2. Verikal Type Tool : shortcut pada keyboard (T) dan berfungsi untuk membuat teks secara menurun 
3. Horizontal Type Mask Tool : shortcut pada keyboard (T) dan berfungsi untuk membuat seleksi pada bentuk teks secara mendatar.
4. Vertikal Type Mask Tool : shortcut pada keyboard (T) dan berfungsi untuk membuat seleksi pada bentuk teks secara menurun.

1. Path Selection Tool : shortcut pada keyboard (A) dan berfungsi untuk membuat seleksi objek path
2. Direction Selection Tool : shortcut pada keyboard (A) dan berfungsi untuk membuat seleksi titik anchor sekaligus melakukan pengubahan pada bentuk path

1. Rectangular Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek segiempat
2. Rounded Rectangular Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek segiempat dengan sudut melengkung
3. Elipse Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek berbentuk lingkaran
4. Polygon Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek dengan sedi yang banyak
5. Line Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek garis
6. Costum Sharpe Tool : shortcut pada keyboard (U) dan berfungsi untuk membuat objek yang berbagai bentuk yang sudah di sediakan pada optionbar

1. Hand Tool : shortcut pada keyboard (H) dan berfungsi untuk menggeser bidang kanvas
2. Rotate View Tool : shortcut pada keyboard (R) dan berfungsi untuk mengeser atau melihat gambar dengan cara memutarkan.

1. Zoom Tool : shortcut pada keyboard (Z) dan berfungsi untuk memperbesar tampilan warna

1. Set Foregroun dan Set Background Color : berfungsi untuk mengatur warna foreground dan background
Sekian artikel tentang Nama dan Fungsi Tools pada Toolbox Adobe Photoshop kali ini. Artikel ini sangat penting untuk anda semua yang ingin menjadi profesional dalam bidang editing photoshop. Belajarlah dari dasar terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat untuk anda semua yang membaca.

Read More